dinasti abbasiyah di baghdad 750-1258
KELOMPOK3
KEKHALIFAHAN BANI ABASYAH DI BAGHDAD 750-1258 MASEHI
|
NO
|
KHALIFAH
|
FOTO
|
DEFINISI
|
|
1.
|
Abdul
abas as-syafah (750 M)
|
|
Muhamad
as-saffah atau abbas berhasil merebut kekuasaan dari bani umayah pada 750 M.
ia memanfaatkan ketidakpuasan orang-orang islam non arab, kalangan syi’ah
serta keluarganya sendiri, keluarga hasyim. Ia membangun kekuasaan itu
bersama abu muslim dari kurasan, maka yang di lakukanya adalah mengurangi
pengaruh arab di pemerintahan. Hanya 4 tahun as-saffah memerintahan, dan ia
pun meninggal.
|
|
2
|
Abu
ja’far / Al manshur (754-785 M)
|
|
Abu
ja’far adalah khalifah pertama yang
menggunakan gelar untuk dirinya sendiri, ia menggunakan gelar Al mansyur,
pemerintahanya banyak mengakomodasi kepentingan masyarakat persia. Al mansyur
di anggap sebagai tonggak pembangunan kejayaan, namun itu di lakukanya
menggunakan tangan besi pula. Abdulah dan shalih bin ali, dua orang pamanya
yg menolak berbai’at untuknya dibunuh abu muslim atas suruhanya. Ia kemudian
mengenalkan konsep ‘wazir’ yg sekarang di istilahkan sebagai perdana mentri. Di
sisi lain baghdad di bangunnya sebagai pusat peradaban, ilmu dan kesenian di
kembangkan.
|
|
3.
|
Al
mahdi (755-785 M)
|
|
Pada
masa kepemimpinanya, kemakmuran
masyarakat terwujud. Program irigasi berhasil meningkatkan produksi pertanian
berkali lipat. Jalur perdagangan dari asia tengah dan timur hingga eropa
melalui wilayah kekhalifahan
abasyah
berjalan pesat. Bersamaan dengan itu ilmu pengetahuan tumbuh subur.
|
|
4.
|
Al
hadi (785-786 M)
|
|
Al
hadi merupakan putra sulung al mahdi. Seperti ayahnya ia sangat terbuka
kepada semua orang di negrinya. Ia di anggap pengungasa yang selalu mendapat
penerangan dan melanjutkan gerakan progesif dari para pendahulunya.
Pemerintahanya yg pendek di timbulkan dengan sejumblah konflik militer dulu.
Pemberontakan husain bin ali bin hasan pecah, saat husain menyatakan dirinya
sebagai kholifah di madinah. Al hadi memedamkan pemberontakan dan membunuh
husain dan kebanyakan pendukungnya, namun saudara husain melarikan diri ke
maroko. Al hadi meninggal pada 786 M secara alamiyah. Kemudian al hadi di
gantikan adiknya sendiri Harun ar rasyid.
|
|
5.
|
Harun
ar-rasyid 786-809
|
|
Pada masa kepemimpinanya harun
ar-rasyid memanfatkan kekayaan negara untuk keperluan sosial, lembaga
pendidikan dokter, dan farmasi. Pada masanya sudah terdapat paling tidak 800
dokter. Di samping
itu, pemandian-pemandian umum juga dibangun.
Kesejahteraan,
sosial, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan serta
kesusasteraan berada pada zaman keemasannya. Pada masa inilah negara Islam
menempatkan dirinya sebagai negara terkuat dan tak tertandingi.
|
|
6.
|
Al
amin (809-813M)
|
|
Setelah wafatnya harun ar-rasyid, al
amin di angkat menjadi seorang khalifah. Pada masa kepemimpinan al amin terjadi
perang saudara antara al amin dan al mak’mum yang menyebakan terbunuhnya al
amin.
|
|
7.
|
Al
mak’mun (813-833 M)
|
|
Almak’mum di kenal sebagai khalifah
yang sangat cinta pada ilmu filsafat. Pada masa pemerintahanya, penerjemah
buku-buku asing digalakan. Untuk menerjemahkan buku-buku yunani,ia mengkaji
penerjemah dari golongan kristen dan penganut agama lain yang ahli. Ia juga
banyak mendirikan sekolah,salah satu karya besarnya yang terpenting adalah
pembangunan baitul hikmah, pusat penerjemahan yang berfungsi sebagai
perguruan tinggi dengan perpustakaan yang besar. Pada masa al muk’min inilah
baghdad mulai menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
|
|
8.
|
Al
mu’tasim (833-842 M)
|
|
Pada
masa kepemimpinannya khalifah al mu’tasim memberi peluang-peluang besar
kepada orang-orang turki untuk masuk dalam pemerintahan, keterlibatan mereka
di mulai sebagai tentara pengawal. Tidak seperti pada masa Daulah Umayyah, dinasti
Abbasiyah mengadakan perubahan sistem ketentaraan. Praktek orang-orang muslim
mengikuti perang sudah terhenti. Tentara dibina secara khusus menjadi
prajurit-prajurit profesional. Dengan demikian, kekuatan militer dinasti Bani
Abbas menjadi sangat kuat. Walaupun demikian, dalam periode ini banyak
tantangan dan gerakan politik yang mengganggu stabilitas, baik dari kalangan
Bani Abbas sendiri maupun dari luar. Gerakan-gerakan itu seperti gerakan
sisa-sisa Bani Umayyah dan kalangan intern Bani Abbas, revolusi al-Khawarij
di Afrika Utara, gerakan Zindiq di Persia, gerakan Syi'ah, dan konflik
antarbangsa dan aliran pemikiran keagamaan, semuanya dapat dipadamkan.
|
|
9.
|
Al
wasiq (842-847 M)
|
|
Watsiq bin Mu’tasim ialah yang
menjabat antara 842 sampai 847. Ia menggantikan ayahnya al-Mu'tasim Billah, dan menunjukkan ketertarikan yang mirip dalam
belajar; sehingga ialah pelindung besar para sarjana, seperti seniman. Ia
termasyhur karena bakat musiknya sendiri, dan dianggap telah menyusun lebih
dari 100 lagu. Selama masa pemerintahannya, sejumlah pergolakan
berkobar, yang terbesar ialah di Suriah dan Palestina. akibat Pergolakan itu ialah bertambahnya
jurang besar antara penduduk Arab dan prajurit Turki yang
terbentuk oleh ayah al-Watsiq, al-Mutasim. Pergolakan itu dipadamkan, namun
antagonisme antara kedua kelompok itu terus meluas dengan angkatan Turki
mendapatkan kekuasaan.Al-Watsiq meninggal pada 847 karena demam tinggi, dan
digantikan saudaranya al-Mutawakkil.
|
|
10.
|
abu
fadl ja’far Al mutawakil (847-861 M)
|
|
Al
mutawakil lahir pada 205 H. riwayat lain menyatakan pada 207 H. ia di lantik
sebagai khalifah pada 24 djulhijah 232 H, setelah wafatnya al watsiq. Berbeda
dengan para pendahulunya yg cenderung
kepada paham mutazilah, ia cenderung kepada ahlus sunnah. Hal ini dilakukanya
dengan cara banyak membantu mereka yang memiki akidah dan pandangan ahlus
sunnah.
|
|
11.
|
abu
ja’far harun Al muntashir (861-862 M)
|
|
Al
muntashir memiliki wajah manis,mata indah, hidung mancung, dan tinggi
semampai. Dia sangat karismatik, cerdas, dan gemar melakukan
kebaikan-kebaikan serta tidak suka berbuat zalim. Ia di lantik menjadi
khalifah ke 11 bani abasyah pada syawal 247 H. Dia memberhentikan dua
saudaranya. Al mu’taz dan al mu’ayad dari posisi sebagai putra mahkota
setelah di tetapkan sebelumnya oleh al mutawakil. Ia berkerja sama
orang-orang turki untuk merebut kekuasaan dengan cara membunuh ayahnya. Dia
hanya memerintah selama kurang lebih 6 bulan oleh orang-orang turki yg dulu
membantunya membunuh ayahnya sendiri.
|
|
12.
|
Abu
abas ahmad al musta’in (862-866 M)
|
|
Al-Musta'in
dikenal sebagai orang yang berperangai baik, memiliki sifat-sifat yang utama,
sangat fasih berbicara, memiliki wawasan dan pandangan yang cukup luas, baik
budi pekertinya, dan dekat dengan rakyat. Al-Musta'in merupakan penggagas
pakaian lengan lebar yang luasnya sampai tiga jengkal. Ia adalah khalifah
yang pertama kali mengecilkan topi yang sebelumnya berukuran panjang. Ketika
dibaiat menjadi khalifah, usianya baru 28 tahun. Masa-masa emas kekuasaannya
hanya berlangsung awal-awal 251 H. Al-Musta'in kemudian membunuh Wazir Washif
dan Panglima Begha. Keduanya merupakan pemuka Turki yang sangat berpengaruh
saat itu.
|
|
13.
|
Abu
abdulah muhamad Al mu’taz (866-896 M)
|
|
Al-Mu'tazz Naik tahta atas bantuan orang
Turki, ia terbukti tepat sebagai murid orang
Turki. Ia dikelilingi oleh kelompok-kelompok yang saling cemburu satu sama
lain: DiSamarrah, bangsa Turki bermasalah dengan "bangsa
Timur" Berber dan Moorsedangkan orang Arab dan Persia di Baghdad, yang telah mendukung al-Musta'in, saling membenci satu sama lain. Pertama kali
khalifah ini memerintahkan pembunuhan khalifah sebelumnya al-Musta'in. Lalu saudaranya sendiri yang menjadi pewaris
berikutnya. Saudaranya yang lain, Abu Ahmad, yang dengan gagah berani
memimpin pasukan di perang terakhir di pihaknya, dimasukkan ke dalam penjara
|
|
14.
|
Abu
isaq muhamad Al muhdi (869-870 M)
|
|
Al muhtadi dihormati olehSultan Seljuk Sultan penaklukan Seljuk. Arab, dengan Kota
Sucinya diambil alih dari Fatimiyah, dipuji lagi atas
yuridiksi spiritual Bani Abbasiyah. Sultan memberikan puterindanya pada
khalifah; dan pada kelahiran putranya, berharap bergabung dalam tahta umum.
Namun mimpi itu tak berbuah. Sang permasisuri yang tidak puas meninggalkan
negeri itu keIsfahan bersama bayuinya. Dan sultan sendiri menjadi cemburu pada campur tangan
khalifah dalam urusan negara, mengharapkannya berhenti dan pensiun ke Bashrah; namun kematian
Malik Shah setelah itu, membuat keinginan itu tak terwujudMalik
Shah, yang selama masa pemerintahannya
kekhalifahan diakui sepanjang kisaran meluas dari
|
|
15.
|
Abdul
abas ahmad Al mu’tamid (870-892 M)
|
|
Al-Mu'tamid Alallah dilahirkan pada 229 H. Ibunya berasal dari Romawi
bernama Fityan. Tatkala Al-Muhtadi khalifah sebelumnya terbunuh, Al-Mu'tamid
sedang berada dalam penjara Jausaq. Ia pun dikeluarkan dan dilantik sebagai
khalifah ke-15 Daulah Abbasiyah. Pada zamannya inilah terjadi pemberontakan
orang-orang Zanj yang memasuki Bashrah dan wilayah-wilayah lain di
sekitarnya. Mereka memasuki Bashrah dengan pedang terhunus, lalu melakukan
pengrusakan, pembakaran kota dan penawanan kaum Muslimin. Pada saat itu
terjadilah peperangan yang sangat hebat antara kedua pasukan. Komando pasukan
tentara di pihak Al-Mu'tamid diserahkan kepada Al-Muwaffaq, saudaranya.
|
|
16.
|
Al
mu’tadhidh (892-890 M)
|
|
Al Mu’tadid adalah penguasa pemberani dan energik. Ia juga
begitu toleran terhadap masyarakat syi’ah yang dibuktikan dengan hadfiah
besar kepada mereka dari pangeran Tabaristan. Ia tidak menunjukan
sikap yang tak menyenangkan, seperti yang dilakukan pendahulunya. Tetapi
terhadap Bani Umayah, ia memerintahkan Bani Umayah dicela di do’a
umum dan melarang semua sebutan yang memuji mereka di debat-debat
kelompok agama. Tetapi kemudian ia menarik titah tersebut. Ia meninggal
setelah memerintah negaranya yang makmur selama 10 tahun, dan kekuasaan
diteruskan oleh anaknya, Al Muktafi, putranya dari istrinya yang berasal
dari seorang budak Turki.
|
|
17.
|
Abdul
muhamad ali Al mu’tafi (902-905 M)
|
|
Secara jasmani ia termasuk laki-laki yg paling tampan dimasanya, berambut
hitam, berjenggot lebat, dan rupawan. Al mu’tafi lahir pada rajab 246 H. Ia
di lantik menjadi khalifah ketika ayahnya sakit. Beliau hanya memerintah
selama 6 tahun, 6 bulan, 19 hari. Pada masa kepemimpinanya yg relatif singkat
ada beberapa kejadian penting yg tercatat dalam sejarah antara lain gempa
bumi di baghdad, dan badai besar di wilayah basrau. Pada 295 H terjadi
pertempuran antara pasukan Almuktafi billah dan Al arisy. Ia meninggal dunia
pada usia yang relatif muda. Ia wafat pada usia 31 tahun.
|
|
18.
|
Abdul
fadlja’far Al muqtadir (905-932 M)
|
|
Al muqtadir lahir pada ramadhan 282 H. Di ceritakan, ibunya berasaldari
keturunan romawi. Dia adalah khalifah termuda. Ia mulai memerintah sejak usia
13 tahun. Ia sendiri menangkap para fugaha dan pemimpin yg menyatakan
pencopotan dirinya. Ia menyuruh rakyatnya untuk berbuat adil. Namun karna dia
masih terlalu muda, maka banyak perkara yg ia serahkan kepada orang yg di
anggap sanggup mengatasinya. Pada tahun 320 H muknis
berhasilmembunuh Al muqtadir dengan memenggal kepalanya.
|
|
19.
|
Abu
mansur muhamad Al Qahir (932-934 M)
|
|
Sesuai dengan namanya Al Qahir yang berarti gagah perkasa, khalifah yang
satu ini di kenal berani dan gagah dalam peperangan. Ia di takuti dan di
segani. Ia tak ragu-ragu menumpahkan darah musuhnya, namun ia juga tamak
terhadap
|
|
20.
|
Abdul
abas ahmad Ar radhi (934-940 M)
|
|
Ar
radhi di kenal sebagai seorang yang terbuka dan dermawan, ilmunya luas dan
seorang penyair yang fasih serta senang bergaul dengan para ulama. Ar radhi
memiliki banyak keutamaaan. Antara lain adalah khalifah terakhir yang
memiliki syair yang di bukukan, dan khalifah terakhir yang mampu melakukan
kutbah jum’at. Dia adalah khalifah pertama yg duduk bersama rakyat
(egaliter). Dia banyak melakukan langkah-langkah orang terdahulu, bahkan
dalam berpakaian dia selalu meniru orang-orang terdahulu.
|
|
21.
|
Abu
ishaq ibrahim Al muttaqi (940-944 M)
|
|
Al-Muttaqi Billah Dia dilantik sebagai khalifah setelah
kematian saudaranya.Saat dilantik, ia berumur tiga puluh empat tahun. Ibunya adalah
mantan budak yang bernama Khalub, ada pula yang menyebutkan nama ibunya adalah
Zahrah
|
|
22.
|
Abdul
qasim abdullah Al mustakfi (944-946 M )
|
|
-Mustakfi bergelar Abu al-Qasim, dengan nama asliAbdullah bin al-Muktafi bin al-Mu'tadhid merupakan KhalifahBani
Abbasiyah di Baghdad Dia diangkat oleh Tuzun, seorang jenderal Turki yang menurunkan dan
membutakan khalifah sebelumnya al-Muttaqi.Dia dilantik pada bulan Safar tahun 333 H atau
September 944, pada saat berumur 41 tahun. Tuzun
meninggal pada masa pemerintahannya. Dia kemudian dicopot dari jabatan dan
dipenjarakan hingga meninggal dunia pada tahun 338 H atau tahun 950.
|
|
23.
|
Al
muthi’ilah (946-974 M)
|
|
Al-Muthi' Lillahi bergelarAbu al-Qasim dengan nama
aslinya al-Fadhl bin al-Muqtadir bin al-Mu'tadhidmerupakan Khalifah Bani Abbasiyah di Baghdad yang berkuasa
dari tahun 946sampai 974. Dia dilahirkan pada tahun 301 H / 914, dan dilantik sebagai khalifah pada saat pencopotan al-Mustakfi bulan Jumadil Akhir 334 H atau
Januari946.
|
|
24.
|
Abdul
fadl abdul karim Al thai (974-991 M)
|
|
Pada masa pemerintahan Ath-Tha'i, pengaruh Syiah Rafidah semakin kuat di
Mesir, Ketika Adhuh Ad-Daulah dinobatkan sebagai pemangku kesultanan, upacara
dilakukan besar-besaran. Dia diarak keliling kota dengan memakai mahkota yang
berhiaskan permata dan di pinggangnya disandangkan pedang. Dia diberi dua
bendera. Salah satunya bendera dengan lapisan warna perak yang melambangkan
kekuasaan bagi gubernur dan yang satu lagi berwarna keemasan yang menggambarkan
kekuasaan bagi putra mahkota. Bendera kedua ini belum pernah diberikan kepada
siapa pun sebelumnya. Pada 368 H, Ath-Tha'i memerintahkan seluruh penduduk
agar setiap Subuh, Maghrib dan Isya, ditabuh genderang di muka rumah Adhud
Ad-Dauhlah. Dia juga memerintahkan agar dalam setiap khutbah disebutkan
namanya. Pada 369 H, Adhud Ad-Daulah meminta pada Ath-Tha'i agar memberikan
tambahan gelar padanya dengan julukan Taajul Millah. Dia meminta penobatan
baru dan meminta agar diberikan mahkota. Ath-Tha'i memenuhi permintaannya.
|
|
25.
|
Abdul
abas ahmad Al Qadir (991-1030 M)
|
|
Pelantikan Khalifah Al-Qadir disambut suka cita oleh seluruh penduduk
negeri. Sebab sebelum dilantik sebagai khalifah, Al-Qadir dikenal berbudi
mulia, memiliki komitmen keagamaan yang mantap, memiliki wibawa, selalu
melakukan shalat tahajud, banyak melakukan tindakan-tindakan terpuji, dan
banyak bersedekah.
Pada bulan Syawwal, terjadilah kesepakatan antara Al-Qadir dengan Baha Ad-Daulah. Mereka saling bersumpah untuk menepati kesepakatan. Khalifah Al-Qadir memberikan tugas khusus kepadanya. Pada 394 H, Baha Ad-Daulah menugaskan Asy-Syarif Abu Ahmad Al-Husain bin Musa Al-Musawi untuk menjabat di pengadilan dalam masalah-masalah haji, pidana, dan masalah-masalah perdata. Baha Ad-Daulah menuliskan hal ini dari Syairaz. Namun Asy-Syarif tidak melaksanakannya karena tidak mendapat izin dari Al-Qadir. |
|
26.
|
Al Qayyim (1070-1075 M)
|
|
Ibnul Qayyim adalah orang yang pandai dan
menguasai masalah madzhab, ilmu-ilmu keislaman, ushuludin, tafsir, hadits,
fikih dan ushul fikihnya, bahasa Arab, ilmu kalam, nahwu, dan biografi.Selain itu beliau juga pandai mencerna perkataan
para ahli sufi, isyarat-isyarat dan rahasia-rahasianya. Beliau seorang yang brilian serta sering
memberikan fatwa.
Ketika Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah kembali dari
Mesir pada tahun 712 H, beliaulah yang selalu menyertainya sampai Syaikh
wafat.
|
|
27.
|
Al muqtadi (1075-1094 M)
|
|
Al-Muqtadi . Ia dihotmati oleh Sultan Seljuk SultanMalik
Shah, yang selama
masa pemerintahannya kekhalifahan diakui sepanjang kisaran meluas dari
penaklukan Seljuk.Arab, dengan Kota Sucinya diambil alih dari Fatimiyah,dipuji lagi atas yuridiksi spiritual Bani Abbasiyah. Sultan memberikan
puterindanya pada khalifah; dan pada kelahiran putranya, berharap bergabung
dalam tahta umum. Namun mimpi itu tak berbuah. Sang permasisuri yang tidak
puas meninggalkan negeri itu keIsfahan bersama
bayuinya. Dan sultan sendiri menjadi cemburu pada campur tangan khalifah
dalam urusan negara, mengharapkannya berhenti dan pensiun ke Bashrah namun kematian
Malik Shah setelah itu, membuat keinginan itu tak terwujud.
|
|
28.
|
Al mustazhir (1094-1118 M)
|
|
Al-Mustazhir memiliki perilaku lembut, berakhlak mulia, dan berlaku baik
kepada setiap orang. Ia banyak beramal saleh, tulisannya indah, dan tidak ada
seorang pun yang mampu menyamainya. Selain itu, ia dikenal sebagai sosok yang
mencintai ulama dan orang-orang saleh. Namun demikian, kekhilafahannya
tidaklah mulus. Bahkan pemerintahannya selalu berada dalam guncangan yang
terus-menerus. Di awal pemerintahannya, Al-Mustansir Al-Ubaidi, seorang
pemimpin Syiah yang berkuasa di Mesir meninggal dunia. Dia digantikan
anaknya, Al-Musta'li Ahmad. Di tahun ini, orang-orang Romawi berhasil merebut
Balansiyah.
|
|
29.
|
Al mustarsyid (1118-1135 M)
|
|
Al-Mustarsyid Billah bergelarAbu Manshur dengan nama aslial-Fadhl bin al-Mustazhir
Billahadalah Khalifah Bani Abbasiyahdi Baghdad dari tahun 1118sampai 1135. Dilahirkan pada bulan Rabiul Awal
485 H atau April 1092 dari seorang ibu yang mantan budak.
Dia dilantik sebagai khalifah tatkala ayahnya meninggal dunia pada bulan
Rabiul Awal 512 H atau Juli 1118. Al-Mustarsyid terbunuh di Muraghah pada hari Kamis
tanggal 16 Dzulkaidah tahun 529 H / 28
Agustus 1135.
|
|
30.
|
Ar Rasyid (1135-1136 M)
|
|
Al-Ma'mun ar-Rasyid lahir14 September 786 atau 15 Rabiul Awal 170 H dan meninggal
pada 9 Agustus833 bergelar Abu al-Abbasdengan nama asli Abdullahbin ar-Rasyid bin al-Mahdiadalah seorang
khalifah Bani Abbasiyah yang berkuasa pada tahun 813 sampai 833, ia meninggal pada usia 48 tahun. Al-Ma'mun adalah putera dari putra
dari Khalifah Harun Ar-Rasyiddan saudara dari
khalifah sebelumnya Al-Amin.
|
|
31.
|
Al
muktafi billah (1136-1160 M)
|
|
al-Muktafi adalah anak al-Mu'tadhid (892-902) dengan seorang budak Turki. Selama masa pemerintahannya yang
sekitar 6 tahun, khilafah mendapat ancaman dari sejumlah bahaya yang dengan
gagah berani dihadapi dan dipecahkan. Yang paling utama berasal dari Qaramitha, salah satu cabang Ismailiyah yang mulai berkembang selama
tahun-tahun terakhir. Setelah masa pemerintahan bergolak selama 6-7 tahun,
al-Muktafi bisa melihat-lihat dan mengetahui bahwa khilafah lebih aman
daripada masa pemerintahan al-Mu'tasim Billah. Salah satu tindakan terakhirnya aalah kematian
pangeran Samaniyan, yang mengakui suksesi puterandanya di Khorasan, dan menyampaikan padanya bendera
yang ditempelkan dengan tangannya sendiri. al-Muktafi digantikan oleh
saudaranya al-Muqtadir (908-932).
|
|
32.
|
Al mustanjid (1115-1170 M)
|
|
Al-Mustanjid bergelar Abu al-Muzhaffar dengan nama asliYusuf bin al-Muqtafi adalahkhalifah Bani Abbasiyah diBaghdad. dari Dia dilahirkan pada tahun 508 H / 1115, dari seorang ibu yang mantan budak berasal dari
Karji bernama Thawus, kemudian dinobatkan oleh ayahnya pada tahun 547 H/ 1152 sebagai putera mahkota. Salah seorang
dari istri al-Muqtafi menginginkan puteranya yang menjadi khalifah. Ia
memperoleh dukungan dari banyak Amir, dan mempersenjatai budak-budak
perempuannya dengan pisau untuk membunuh khalifah yang baru. Al-Mustanjid
mengetahui hal ini, kemudian mempenjarakan saudara dan ibu tirinya tersebut.
|
|
33.
|
Al
mustad’I (1170-1180 M)
|
|
Khalifah
ini di kenal penyabar, hati-hati dan lemah lembut. Tatkala di angkat sebagai
khalifah, dia memberi hadiah kepada pembesar negri dan yang lain, dalam
khutbah-khutbah di baghdad, ia selalu di sebut-sebut dia memberi uang kepada
rakyatnya.
|
|
34.
|
An
Nashir (1180-1225 M)
|
|
Khalifah
an nashir merupakan khalifah yang memerintah dalam kurun paling lama, yaitu
hampir 46 tahun. Masa pemerintahanya di warnai dengan kestabilaan dan
kemuliaan serta keagungan. Tak satu pun yg melakukan pemberontakan kecuali
berhasil di taklukanya. An nashir di kenal juga cenderung melakukan tindakan
kontroversial dan juga berpihak pada syi’ah imamsiyah. Padahal perbuatan ini
tak di lakukan oleh para khalifah sebelumya.
|
|
35.
|
Abu
nasr muhamad Azh-zhahir (1225-1226 M)
|
|
Azh-Zhahir Biamrillah bergelar Abu Nashr dengan
nama aslinya Muhammad bin an-Nashir Lidinillahadalah Khalifah Abbasiyahdi Baghdad. Ia adalah puteraAbul 'Abbas Ahmadun Nashir li Dinillah.
Di masapemerintahannya, ia menurunkan pajak, dan membangun pasukan yang kuat.
Sedikit yang bisa diceritakan tentangnya (dan khalifah berikutnya) selain ia
hangat dan saleh. Perang Salib tetap
berlarut-larut, sedangkan pewaris Saladinberselisih di antara
mereka sendiri. Ia meninggal pada10 Juli 1226, 9 bulan setelah pemerintahannya
|
|
36.
|
Abu
ja’far Al munstansir (1226-1242 M)
|
|
Azh-Zhahir Biamrillah bergelar Abu Nashr dengan
nama aslinya Muhammad bin an-Nashir Lidinillahadalah Khalifah Abbasiyahdi Baghdad. Ia adalah puteraAbul 'Abbas Ahmadun Nashir li Dinillah. Di masapemerintahannya, ia menurunkan pajak,
dan membangun pasukan yang kuat. Sedikit yang bisa diceritakan tentangnya
(dan khalifah berikutnya) selain ia hangat dan saleh. Perang Salib tetap berlarut-larut, sedangkan pewaris Saladinberselisih di antara
mereka sendiri. Ia meninggal pada10 Juli 1226, 9 bulan setelah pemerintahannya640
H.
|
|
37.
|
Al-musta’ shim (1242-1258)
|
|
Al-Musta'shim Billah bergelarAbu Ahmad dan bernama lengkap Abdullah bin al-Mustanshir
Billah (lahir 1213 -20
Februari 1258). Dilahirkan pada tahun 609 H / 1213,beribukan seorang mantan budak yang bernama Hajar.
Dilantik sebagai khalifah setelah kematian ayahnya. Diriwayatkan ia merupakan
sosok yang pemurah, penyabar, batinnya sehat dan agamanya baik. Pada masanya,
wilayah Kedaulatan Islam sedang terancam penyerbuan bangsa Mongol, bahkan
beberapa wilayah Kedaulatan Islam telah jatuh ketangan Bangsa Mongol. Sementara
di Andalusia, wilayah kedaulatan Islam sudah menyempit, sehingga akhirnya
tinggal Granada saja yang tersisa. Sementara pertikaian yang melanda
Kesultanan Ayubiyah turut memperlemah Kedaulatan Islam.
|